Astagfirullah ! Aku di Tipu Suamiku...Ternyata Dia GAY

Kisah Nyata, Adalah Wulan D pengguna media sosial dan penulis yang mebeberkan Screnshot isi percakapan dengan seseorang. Rini (bukan nama sebenarnya), kawan semasa kuliah yang begitu cantik dan populer di kampus, tiba-tiba menghubungi saya. Terbata-bata dia bercerita soal suaminya yang punya banyak pacar lelaki, bahkan terang-terangan mengaku padanya soal kecenderungan tersebut. “Dulu dia baik-baik saja, tidak ada yang aneh. Sampai setelah aku melahirkan dan menurutnya aku mulai dingin di ranjang, dia cari kesenangan lain..” Rini bercerita, sedih. Segala upaya telah ditempuh Rini, termasuk melabrak si brondong. Tapi suami sudah gelap mata. Tidak ingat lagi anak istri. Mereka pisah ranjang sudah setahun belakangan. Dan hampir tidak ada komunikasi, selain membahas soal anak. Saya sedih dan marah. Mengapa si suami tega melakukan itu? Mengapa Rini harus bertahan? Apalagi dia cerita pula soal suami yang temperamental, gampang naik darah. “Anak, Lan. Yang kupikir cuma anak. Meskipun aku tahu, ini bodoh sekali..” Ya Allah... apa lah saya ini, hanya orang yang bisa mendengar dan berkomentar. Jika saya yang berada di posisi Rini, mungkin tak semudah itu pula berucap pisah.



***** Di lain waktu, datang pula whatsapp dari seorang ukhti bercadar, sebut saja bernama Mira . Dari banyak kisah yang saya dengar langsung, kisah Mira ini yang paling menyedot amarah saya. Dia bercadar, suaminya pun hafidz Qur’an. Nikah baru dalam hitungan bulan, namun kini Mira sudah menjalani sidang cerai. Ia menyebut suaminya tak ubahnya binatang. Berpenampilan Ustadz, namun pacar sesama jenisnya ada dimana-mana. Mira menulis cerita demi cerita kepada saya, dengan amarah yang begitu terlihat. Sempat dia menulis, “Kalau bisa, ingin ana bunuh dia dengan tangan ana sendiri...”



Saya pun membaca kisahnya dengan menahan marah, sekaligus mual. Benci dengan kelakuan si suami. Mempermalukan agama ini. Apalagi setelah Mira cerita bahwa ustadz yang dulu mengantarai proses perjodohan mereka pun, seperti lepas tangan. Sempurna sudah semua beban dia bawa seorang diri. Yatim piatu, berharap beroleh imam yang bisa melindunginya, menuntunnya, mendidiknya, namun kehancuran yang ia dapat. **** Saudariku, siapa pun engkau.. Jika saat ini kau hendak menerima pinangan seorang lelaki, tolong jangan kau serahkan sepenuhnya proses ini pada “perantara”, “pihak ketiga” atau siapa saja yang terpercaya dan engkau percaya. Kau yang akan menikah, bukan perantara. Baik buruknya si lelaki, kau yang akan menanggungnya, bukan perantara. Maka barengilah prasangka baik dan rasa percaya itu dengan sikap waspada. Cari tahu siapa si lelaki, cari info sebanyak mungkin tentangnya. Cari tahu semuanya. Semuanya. Saya selalu disergap sedih dan marah saat mendengar dan membaca cerita seperti ini. Semoga hal yang sama tidak berulang padamu.

Popular posts from this blog

Masih Ingat Ulfa Bocah 12 tahun yang dinikahi Syekh Puji? Begini nasibnya Kini

22 Gambar Pertumbuhan Janin dalam Perut yang Menyentuh Kalbu. Ah, Kuasa Tuhan Sehebat Itu

Apply online for credit card